Indonesiapulse, Jakarta – Ketua ASFA Foundation, Komjen Pol (Purn) Dr. H. Syafruddin Kambo, M.Si, mengadakan serangkaian pertemuan penting dengan Pangeran Ghazi bin Muhammad di Yordania, yang turut mempererat hubungan kedua tokoh berpengaruh di dunia Islam.
Syafruddin, yang juga menjabat sebagai Vice President DMDI (Dunia Muslim Dunia Islam) dan berperan aktif di berbagai organisasi internasional, pertama kali bertemu Pangeran Ghazi di kantornya. Dalam pertemuan kedua, mereka berkesempatan mengunjungi Pesantren Modern Ar Rahma, milik Pangeran Ghazi, dan ikut serta dalam majelis dzikir yang dihadiri oleh para jamaah.
Pertemuan ini dianggap sangat penting karena keduanya merupakan sosok yang memegang pengaruh besar dalam dunia Islam, terutama di negara masing-masing. Pangeran Ghazi, putra dari Pangeran Muhammad bin Talal dan cucu dari Raja Talal, merupakan tokoh sentral dalam gerakan keagamaan di Yordania dan berada di urutan keenam belas dalam garis suksesi takhta Yordania.
Sebagai Kepala Penasehat Agama dan Kebudayaan untuk Raja Abdullah II serta berbagai posisi penting lainnya, Pangeran Ghazi dikenal sebagai pemikir dan pemimpin yang berpengaruh dalam bidang agama dan kebudayaan.
Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Ghazi menyambut baik inisiatif ASFA Foundation yang berencana mengirimkan kader-kader pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam untuk melanjutkan studi di WISE University di Yordania. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dan menjalin kerjasama yang lebih erat antara kedua negara.
Selain itu, pada 12 Februari, Syafruddin Kambo juga mendapat kesempatan untuk memberikan motivasi kepada lebih dari 300 mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Yordania. Dalam acara yang digelar di Pusat Dakwah Ar Rahma, Kota Amman, Syafruddin menekankan pentingnya kecintaan terhadap tanah air dan tanggung jawab untuk membangun bangsa setelah menuntut ilmu di luar negeri. “Anak-anak Indonesia yang belajar di luar negeri harus siap kembali dan berkontribusi untuk kemajuan bangsa,” ujar Syafruddin.
Syafruddin juga berbicara tentang kemudahan akses pendidikan dan beasiswa di era digital saat ini, yang jauh berbeda dengan masa lalu. Ia mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan peluang tersebut sebaik mungkin agar dapat berkompetisi di kancah global. Selain itu, ia mengungkapkan komitmennya untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, melalui lembaga Lazis ASFA, yang berfokus pada penguatan lembaga pendidikan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir pula Dubes RI untuk Yordania, Ade Patmo Sarwono, KH Anizar Anta Masyadi, MA, serta tokoh-tokoh agama seperti Habib Salim Umar bin Hafidz dan Habib Dr. Ali Hasan Al Bahar, yang juga memberikan motivasi kepada para mahasiswa.



