Indonesiapulse – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa ekonomi Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan yang solid pada triwulan pertama tahun 2025, dengan angka pertumbuhan mencapai 4,87 persen year-on-year (YoY). Ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional meskipun di tengah tantangan ekonomi global yang sedang berlangsung.
Angka Produk Domestik Bruto (PDB)
Menurut Amalia, total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada triwulan I 2025 tercatat sebesar Rp5.665,9 triliun berdasarkan Harga Berlaku (ADHB), dan Rp3.264,5 triliun berdasarkan Harga Konstan (ADHK). Pencapaian ini mencerminkan pergerakan ekonomi yang positif, meskipun terjadi pelambatan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara mitra dagang Indonesia.
“Ini adalah angka yang menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global dan tekanan yang dirasakan di banyak negara,” ujar Amalia di Jakarta, Senin (5/5).
Katalis Pendorong Pertumbuhan
Pertumbuhan ekonomi Indonesia didorong oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kinerja konsumsi domestik yang tetap stabil. Selain itu, sektor ekspor yang tumbuh meskipun ada tantangan global juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
Namun, Amalia juga menyatakan bahwa meski sektor konsumsi dan perdagangan memberikan kontribusi besar, sektor investasi masih perlu perhatian lebih agar dapat tumbuh lebih optimal di masa mendatang. Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah ketidakpastian global, yang mempengaruhi arus investasi dan perdagangan internasional.
Prediksi dan Outlook Ekonomi ke Depan
Dalam outlook jangka pendek, BPS memperkirakan ekonomi Indonesia dapat terus tumbuh meskipun ada faktor eksternal yang perlu diwaspadai, seperti kemungkinan perlambatan lebih lanjut dari ekonomi global, serta dinamika pasar energi dan komoditas.
“Pemerintah Indonesia juga berupaya untuk memitigasi potensi dampak negatif dari ketidakpastian ekonomi global melalui kebijakan yang mendukung daya tahan ekonomi domestik, seperti penguatan sektor konsumsi dan investasi dalam infrastruktur,” tambahnya.
Ke depan, BPS berharap sektor-sektor produktif lainnya seperti industri manufaktur, digitalisasi, dan sektor-sektor hijau dapat menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan berikutnya. Pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan reformasi struktural untuk menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan mempercepat pemulihan ekonomi pasca-pandemi.
Penutupan
Secara keseluruhan, meskipun Indonesia menghadapi tantangan global yang cukup besar, pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan pertama 2025 menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih dapat tumbuh secara stabil, dengan sektor-sektor penting berperan sebagai penopang. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat ke depan.



