Indonesiapulse, Tanahbumbu – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) Kabupaten Tanah Bumbu terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kepala Diskumdagri Tanah Bumbu, Hamaluddin Tahir, menegaskan bahwa UMKM merupakan pilar penting dalam struktur perekonomian daerah. Selain menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sektor ini juga berperan besar dalam pemberdayaan masyarakat serta penciptaan lapangan kerja, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah di wilayah pedesaan dan pesisir.
“UMKM bukan sekadar usaha kecil-kecilan, tapi fondasi ekonomi rakyat. Pemerintah daerah berharap para pelaku usaha tetap tangguh dalam menghadapi tantangan. Jangan mudah menyerah, tapi harus terus bangkit dan belajar dari setiap kesulitan,” ujar Hamaluddin.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Diskumdagri telah menghadirkan Rumah Kemasan, fasilitas strategis yang membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dari sisi kemasan. Kemasan yang menarik dan memenuhi standar pasar sangat berperan dalam meningkatkan nilai jual dan daya saing produk, baik di pasar lokal maupun nasional.
Tidak hanya itu, Diskumdagri juga aktif menyelenggarakan pendampingan teknis dan pembinaan terpadu kepada pelaku UMKM. Fokus utama pembinaan meliputi teknik pengolahan produk, pemilihan bahan baku berkualitas, strategi pemasaran, serta penguatan aspek legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, dan perizinan edar.
Berdasarkan data terkini, jumlah UMKM binaan menunjukkan tren pertumbuhan positif. Tercatat sebanyak 395 pelaku usaha pada tahun 2023, meningkat menjadi 409 pada tahun 2024. Sementara itu, sepanjang Januari hingga Mei 2025, lebih dari 190 pelaku usaha aktif telah mendapatkan pembinaan langsung dari Diskumdagri.
Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Rhani Patih, menjelaskan bahwa pelatihan yang diberikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir wirausaha. “Kami ingin mencetak pelaku UMKM yang tidak hanya mampu bertahan, tapi juga mampu berkembang dan naik kelas,” ujarnya.
Senada, Pejabat Fungsional Subbidang Usaha Mikro, Eka Sharmilawati, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor kunci dalam penguatan UMKM. Menurutnya, inovasi dan daya saing hanya bisa dicapai jika pelaku usaha memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terus ditingkatkan.
“Melalui pelatihan dan pembinaan yang berkesinambungan, kami berharap pelaku UMKM mampu mengelola usahanya dengan lebih profesional, memahami pentingnya legalitas, dan terus berinovasi dalam produk maupun pelayanan,” ujar Eka.
Dengan berbagai program yang terus digalakkan, Diskumdagri Tanah Bumbu berharap UMKM lokal mampu tumbuh secara berkelanjutan dan menjadi kekuatan utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang mandiri dan berdaya saing tinggi.



