Indonesiapulse.com

Bappeda Litbang Tanah Bumbu Fokus Dokumentasi Inovasi Daerah untuk Peningkatan Indeks Inovasi

Indonesiapulse, Tanah Bumbu – Kabupaten Tanah Bumbu terus berusaha memperkuat posisinya sebagai daerah yang inovatif dengan berbagai program yang telah dijalankan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Litbang Tanah Bumbu, Anwar Sadat, dalam Rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Tanah Bumbu yang dipimpin oleh Ketua Bapemperda, Harmanuddin, pada Senin (17/3/2025).

Anwar Sadat yang didampingi oleh Dyah Hartati Dewi, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan, menyampaikan bahwa Tanah Bumbu telah melaksanakan berbagai upaya advokasi ke sekolah-sekolah dan mengembangkan program inovasi daerah, seperti program Serasi. Namun, menurut Anwar, salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kurangnya dokumentasi yang baik terhadap inovasi yang sudah ada.

“Kita tidak kekurangan inovasi di setiap dinas, banyak sekali inovasi yang telah dibuat. Namun, kelemahan kita adalah inovasi-inovasi tersebut belum terdokumentasikan dengan baik,” ujar Anwar Sadat.

Sebagai langkah perbaikan, Bappeda Litbang kini mulai mengelola dokumentasi inovasi daerah secara sistematis. Anwar menegaskan pentingnya pendataan dan dokumentasi inovasi yang terinput dengan baik untuk diikutsertakan dalam perlombaan inovasi daerah serta dilaporkan ke tingkat provinsi.

Meski Tanah Bumbu telah masuk dalam kategori daerah inovatif dengan peringkat ke-9 dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, Anwar mengakui bahwa indeks inovasi daerah masih rendah dan perlu ada dorongan lebih lanjut untuk meningkatkan posisi Tanah Bumbu.

“Kita sudah naik peringkat, tetapi indeks kita masih rendah, sehingga perlu dorongan lebih lanjut agar posisi kita semakin baik,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Tanah Bumbu telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait inovasi daerah dan menyusun berbagai dokumen perencanaan strategis, seperti RIPJPID dan RIPJT, yang diharapkan dapat mendukung eksekusi anggaran secara tepat.

Usai pemaparan Anwar Sadat, Sugi Mukti, Fungsional Pranata Komputer Ahli Muda di Bappeda Litbang, memberikan penjelasan terkait tantangan dalam pengembangan riset dan inovasi di Tanah Bumbu. Ia mengungkapkan bahwa Tanah Bumbu belum memiliki Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) yang berdiri sendiri, yang menghambat sistem riset dan pengembangan daerah.

“Tanah Bumbu tidak pernah punya SKPD khusus bernama Balitbangda. Saat ini, kelitbangan hanya menjadi subbagian di Bappeda Litbang, berbeda dengan kabupaten/kota lain yang sudah memiliki struktur yang lebih mapan,” kata Sugi Mukti.

Kondisi ini menyebabkan sistem riset dan pengembangan daerah belum optimal. Sebagai contoh, Tanah Bumbu selalu berada di peringkat empat terbawah dalam peringkat inovasi daerah dalam dua tahun terakhir. Salah satu indikatornya adalah minimnya publikasi ilmiah hasil riset yang dilakukan.

Sugi Mukti menekankan pentingnya penyusunan Peraturan Daerah (Perda) tentang inovasi untuk mengatasi masalah tersebut. “Perda ini nantinya bisa menjadi instrumen hukum untuk memastikan setiap riset dan inovasi di Tanah Bumbu terorganisir dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang,” pungkasnya.

Dengan adanya regulasi yang lebih kuat, ia berharap hasil penelitian di Tanah Bumbu tidak hanya menjadi dokumen, tetapi juga dapat dipublikasikan, digunakan sebagai referensi akademik, serta menjadi landasan dalam pengambilan kebijakan daerah.

admin

Tags

Leave a Comment