Tanah Bumbu – Grup ABM, sebuah grup usaha hulu hilir pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui PT Cipta Kridatama (CK), PT Prima Wiguna Parama, dan PT Tunas Inti Abadi (TIA), menginisiasi program tanggung jawab sosial (Corporate Social Responsibility) bertajuk “Tanahbumbu Mendongeng”.
Tanah bumbu Mendongeng adalah rangkaian pendampingan (mentoring) intensif untuk melahirkan para pendongeng yang siap menghidupkan gerakan literasi dan budaya mendongeng.
Metode pelatihan dibagi menjadi 2 sesi yaitu sesi kelas online berisikan video pemahaman dasar tentang mendongeng dan sesi kelas tatap muka yang dilakukan pada 8 – 9 Desember 2024.
Terdapat 31 peserta dari guru PAUD, TK serta relawan penggerak literasi di Kabupaten Tanahbumbu mengikuti pelatihan ini.
Program ini bertujuan untuk membekali pendidik anak usia dini dengan keterampilan mendongeng yang efektif, meningkatkan minat baca dan daya kreatif anak serta mengembangkan karakter anak melalui cerita yang mendidik.
Tidak tanggung-tanggung, program ini menghadirkan para pendongeng profesional dari Dongeng Academy untuk menyampaikan berbagai tema edukatif, yaitu: Narasi oleh Kak Ojan (Ketua Umum Forum Pendongeng Indonesia).
Kemudian Suara dan Ekspresi oleh Kak Awam (Founder Kampung Dongeng Indonesia), Humor oleh Kak Tony (finalis Indonesia’s Got Talent 2022), serta Interaksi oleh Kak Resha (penerima YPP Awards 2024).
Dani Jaya, Manager CSR & Corcom PT Cipta Kridatama, menjelaskan bahwa dongeng memiliki peran penting dalam pengembangan kemampuan anak-anak untuk mengasah keterampilan mendengarkan dengan seksama, menumbuhkan imajinasi, serta memperkuat nilai belarasa pada anak usia dini
“Dongeng adalah media yang menyenangkan, melalui cerita anak-anak belajar untuk memahami emosi, memperluas wawasan, dan membangun rasa empati,” ujarnya.
Dongeng Academy menambahkan, selain dibekali keterampilan teknis mendongeng, setiap peserta wajib mengembangkan rencana tindak lanjut berupa social projects yang kontekstual dan aplikatif sebagai bagian dari strategi pengimbasan dengan berbagai pilihan tema seperti lingkungan hidup dan anti perundungan.
Ini bertujuan agar program Tanah Bumbu Mendongeng memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Di tempat yang sama, Sri Purwanti dari rumah baca Cahaya Ilmu, menyampaikan rasa antusiasnya dan berterimakasih dapat dilibatkan dalam program ini.
“Pengunjung rumah baca yang saya kelola terkadang adalah anak-anak pra SD yang lebih suka mendengarkan cerita daripada membaca sendiri. Setelah ikut program ini, saya berharap bisa bercerita dengan cara yang lebih menarik dan hidup agar anak-anak tidak merasa bosan,” ungkapnya.
Secara terpisah, Meidi Wibowo, Direktur CK, menambahkan bahwa “Tanah Bumbu Mendongeng” adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung literasi sejak usia dini.
“Indonesia masih menghadapi tantangan besar di bidang pendidikan, sebagaimana tercermin dalam skor PISA (Programme for International Student Assessment) 2022 , di mana kemampuan literasi siswa Indonesia berada di bawah rata-rata negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD). Upaya seperti ini menjadi bagian penting dari perjalanan kita menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” tutupnya.



